FB_IMG_1522990410497

Workshop – Mengenal Pendidikan Karakter Ala Charlotte Mason (15 April 2018)

Tanggal 15 April nanti Anda bisa mengajak pasangan, teman dan keluarga karena akan ada sharing dan diskusi seru untuk bapak dan ibu yang ingin belajar tentang pendidikan karakter yang sudah teruji sejak abad 18. Metode Charlotte Mason bisa diaplikasikan baik untuk anak yang bersekolah maupun yang menjalani homeschooling. Memahami esensi dari pendidikan karakter itu sendiri lebih utama dari sekadar melakukan hal-hal praktis yang menjebak.

Kegiatan ini bisa menjadi pengantar bagi para orangtua yang tertarik untuk menerapkan pendidikan karakter ala Charlotte Mason atau yang sedang mencari panduan untuk mendidik karakter anak.

Tidak ada cara instan untuk mendidik anak oleh karena itu mari belajar bersama untuk memberikan pendidikan keluarga yang lebih baik. Kegiatan ini akan membahas 3 pilar utama dari pendidikan Charlotte Mason: Education is an atmosphere, a discipline, a life.

Tersedia 25 kursi untuk slot pagi pada pukul 10.00 dan 25 kursi untuk slot siang pada pukul 13.00-15.00

Acara ini didukung oleh Belajar Bersama dan Charlotte Mason Indonesia sebagai kegiatan penggalangan dana unutk Sukacita Belajar – Festival Pendidikan Berbasis Keluarga yang akan diadakan pada tanggal 22 Juli 2018 di Anjungan Kalimantan Barat, Taman Mini Indonesia Indah (Untuk informasi selengkapnya mengenai festival pendidikan berbasis keluarga ini silakan hubungi nomor di atas atau kunjungi www.sukacitabelajar.com)

#homeeducation #pendidikanberbasiskeluarga #pendidikankarakter #charlottemasonindonesia #characterbuilding #charlottemason #roadtosukacitabelajar

IMG_20180406_114228_216

Workshop Sketsa Perspektif

Simon Hs:
“Workshop Sketsa Perspektif”

Saya tidak bisa menggambar…..
Pernahkan kita mengatakan itu pada diri sendiri?
Yakinlah bahwa tu tidak benar….. Karena sebetulnya tidak ada orang yang tidak bisa menggambar.
Yang ada adalah kita belum cukup banyak berlatih, atau kita belum tahu cara yang tepat untuk menggambar.

Menggambar perspektif pada dasarnya adalah memindahkan pandangan mata ke kertas.
Proses menggambar perspektif sederhana dan menyenangkan. Sesederhana mata kita menikmati keindahan pemandangan yang ada di depan mata.
Bagaimana cara menggambar perspektif yang benar? Dan bagaimana cara menampilkan gambar sketsa yang hidup? Mari kita belajar bersama….

Ikuti workshop bersama kami hari Minggu, tanggal 15 April 2018, di restaurant Foodtopia Tebet. Jl. K.H. Abdullah Syafei no.2. Tebet, jakarta Selatan. Pukul 11:00 – 14:00.
Kegiatan ini bisa menjadi pengisi liburan yang bermanfaat. Bisa diikuti oleh anak-anak maupun orang dewasa yang ingin belajar menggambar perspektif. Tersedia 30 kursi untuk peserta usia 10 tahun ke atas.

Biaya investasi Rp. 100.000,- (sudah termasuk voucher Foodtopia Rp. 50.000,-)
Daftar sekarang untuk mengunci kursi anda. Silakan isi form berikut ini: https://goo.gl/cy6WEm

(Catatan: Acara ini bukan untuk anak berusia di bawah 10 tahun dan tidak tersedia tempat bermain anak)

=============================
Acara ini didukung oleh Belajar Bersama dan Foodtopia sebagai kegiatan penggalangan dana untuk Sukacita Belajar – Festival Pendidikan Berbasis Keluarga yang akan diadakan pada tanggal 22 Juli 2018 di Anjungan Kalimantan Barat, Taman Mini Indonesia Indah
(Untuk informasi selengkapnya mengenai festival pendidikan berbasis keluarga ini silakan kunjungi www.sukacitabelajar.com)

FB_IMG_1517220284536

Workshop String Art & Decoupage Dibuka.

Ikuti Workshop String Art dan Decoupage keys holder yang akan di adakan pada tanggal 10 Febuari 2018 di One Belpark Fatmawati.

Sesi pertama:

~String art~

String art adalah seni membentuk gambar atau tulisan menggunakan benang dan paku sebagai bahan utamanya.
String art merupakan salah satu seni yang berkembang dari metode pengajaran konsep matematika.
Manfaat membuat string art bagi anak:
• Melatih kemampuan motorik halus
• ‎Melatih fokus/atensi
• ‎Melatih imajinasi
• ‎Sebagai media berekspresi

Sesi kedua :

~Decoupage keys holder~

Decoupage berasal dari bahasa Prancis, Découper , kata memotong. Decoupage adalah seni menghias suatu benda dengan menempelkan kertas tissue ke objek tersebut. Kerajinan Decoupage ini sudah populer di mancaneraga di Eropa. Tissue yang digunakan ini memang sedikit berbeda dengan jaringan yang kita temukan. Tissue ini biasa disebut Servietten,proses ini membuat pola serta gambar terlihat seolah olah dilukis pada objek yang diproses dengam tehnik decoupage.
Manfaat Kerajinan Decoupage adalah
1. Melatih ketelitian anak dan konsentrasi. Dengan meletakkan tissue di media dengan posisi persisi.
2. Melatih motorik halus anak dan kesabaran. Dari proses Anak – anak mengelem dan memberikan vernis dengan hati – hati.
3. Melatih anak untuk berkreasi tanpa batas,mendekorasi objek apa saja.

Silahkan daftar di sini :

https://goo.gl/uX8qQf

#eventanak
#liburananak
#roadtosukacita
#workshopanak
#sukacitabelajar
#homeschooling
#anakindonesia

photo6338843633058425034

Workshop Architecture vol. 2 – 27 Januari 2018

Penulis: Lena

Pasti memang tidak mudah ya, memperkenalkan dunia arsitektur kepada anak – anak. Butuh perjuangan sendiri memang. Yang pasti, para pengajar harus telaten, sabar dan bisa membawa materi dengan fun bersama anak – anak.

Komunitas Belajar Bersama mengisi road to Sukacita Belajar dengan workshop  Belajar Arsitektur untuk anak di One Belpark Mall Fatmawati pada tanggal 27 Januari 2018.

Pada workshop tersebut, dibagi menjadi 2 sesi. Yaitu :

 

Sesi 1 Designing 3D paper house.

Anak-anak belajar membuat rumah dari kertas. Kegiatan ini anak – anak melakukan mengunting, menempel, menghias dan membayangkan rumah dari dimensi 2 menjadi dimensi 3. Setelah itu, mereka akan belajar menata rumah-rumah agar terlihat apik berdampingan dengan rumah yang lain. Serta menghias dengan jalan raya, kolam renang, pohon, pagar dan lain – lain agar semua terlihat selaras dan sesuai dengan imajinasi anak – anak.

 

Manfaat mengikuti workshop Designing 3D paper house yaitu :

  1. Melatih Observation Skill. Anak-anak akan diajak mengenali bagian-bagian rumah, dinding, atap, lantai, pintu jendela ketika mereka menghias/mewarnainya.
  2. Melatih Analysis skill dan meningkat Geometrical Skill. Anak-anak akan diajari untuk mengenali bangun dalam bentuk 2 dimensi dan mengubah menjadi 3 dimensi.
  3. Melatih Application dan sensing skill. Anak-anak diajarkan menata rumah-rumah tersebut agar serasi dengan yang lain.
  4. Melatih motoric skill. Anak-anak dilatih untuk menggunting, melipat dan menempel.

 

Sesi 2 Tower Chalenge

 

Sebelum membuat Tower yang kuat, pengajar menjelaskan  sejarah menara, untuk apa sih fungsi menara itu, perkembangan teknik membangun menara, teknologi baru untuk kontruksi menara. Pengajar merupakan seorang arsitek profesional.

Bahan yang digunaakan  yaitu dari potongan stik es krim. Anak-anak dilatih untuk melatih kesabaran dan perhitungan  ketika mengelem anatar stik agar persisi. Setiap anak diberikan Intruksi maanual, sehingga mereka melatih pola pikir serta mampu mengembangkan logika matemtaik dalam merangkai stik menjadi menara. Setelah menara tersebut sudah jadi, anak – anak menguji seberapa kuat menahan bebannya. Ketika tes kekuatan menara, di sini saat – saat yang menegangkan dan sangat seru untuk anak – anak, karena mereka dapat mengevaluasi dan mengukur hasil karyanya.

Belajar arsitektur anak  menyenangkan bukan? Ikuti workshop – workshop berikutnya ikuti terus fan page Sukacita Belajar.

IMG_20180128_075058_079

Workshop Architectural for Kids – 6 Januari 2018

Penulis: Niki Nurhayati

Workshop “Architectural for Kids”  yang dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2018 di One Belpark Mall merupakan salah satu rangkaian kegiatan Road to Sukacita Belajar. Narasumber pada workshop kali ini adalah dua orang arsitek dan desainer interior lulusan Universitas Indonesia, Ira Sophia (pemilik Studio Kotak-Katik) dan Simon Fauzan Priyanto.

Workshop dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama bertemakan “Night Lamp House” diperuntukkan bagi anak-anak berusia 7 tahun ke bawah. Pada sesi pertama ini, anak-anak diperkenalkan dengan elemen-elemen dasar pada bangunan sederhana (rumah), seperti lantai, dinding, atap, pintu dan jendela. Kemudian mereka dipandu untuk membuat lampu tidur berbentuk rumah dari bahan sederhana, yaitu dus (cardboard). Kegiatan melipat dan menempel bahan memberikan stimulasi untuk melatih kemampuan motorik halus anak. Selain itu, anak juga diberikan ruang untuk mengekspresikan kreativitasnya. Anak-anak dipersilakan mengecat rumahnya sesuai dengan selera masing-masing, bahkan ada juga anak yang menambahkan hiasan di sekitar rumah.

Jika pada sesi pertama diperuntukkan bagi anak-anak usia 7 tahun ke bawah, maka sesi kedua diperuntukkan untuk anak-anak yang usianya lebih besar. Tema kegiatan pada sesi kedua ini adalah “Bridge Challenge”. Pada sesi ini diperkenalkan sejarah tentang jembatan, perkembangan teknik membangun jembatan, dan teknologi baru untuk konstruksi jembatan. Proyek yang dikerjakan anak-anak pada sesi ini adalah anak-anak diminta untuk merancang dan membuat model jembatan menggunakan material craft stick. Tidak hanya membuat jembatan, tetapi jembatan yang mereka buat itu akan diuji kekuatannya. Untuk membuat jembatan yang kokoh dan kuat ternyata dibutuhkan kecermatan dan ketepatan dalam menyusun dan mengukur material. Teknik menggabungkan material pun ikut menentukan kekuatan dari jembatan.

Seru dan menyenangkan melihat anak-anak bersukacita dalam mengerjakan proyeknya. Untuk mendapatkan informasi workshop selanjutnya, silakan ikuti Facebook Fan Page Belajar Bersama.