photo6161249303759267820

Game Corner bersama Paradox Board Game Club

Kita main game dari KPK yaitu The Suspect dan PDKT.

The Suspect sendiri menceritakan tentang beberapa orang yang sedang mengerjakan proyek besar, namun di antara mereka (pastinya) akan ada yang menggagalkan proyek tersebut, dengan cara menjadi Polisi, Jaksa, Tokoh Masyarakat, dan karakter lainnya yang seharusnya menebarkan kebaikan malah justru menggerecok dan menggagalkan rencana proyek tersebut 😆

Selain main game KPK, kita juga main game lainnya seperti Junkart, Aquatico, Manila, Get Egg, Lelang Mania, dan masih banyak lagi 👏

  Minggu, tanggal 22 Juli 2018
 Anjungan Kalimantan Barat TMII
 Jam 10.00 – 16.00
 Biaya : gratis

Kita akan langsung main ditempat seharian yaaa gaees.

Minimal usia peserta 7 tahun (sudah bisa membaca).
Tenang !
Jangan khawatir jika kalian tidak mengerti cara mainnya, ada kita-kita yang bakal bantu kamu biar mainnya bisa enjoy !

Homeschool-Scholarships

Metode-metode Homeschooling

Apa saja sih model homeschooling ?
Bagaimana dong cara kita memilih satu model yang tepat untuk kebutuhan anak ?

Mari kita mengenal metode-metode “Homeschooling”

Praktiknya para praktisi homeschooling menggunakan beberapa metode yang berbeda dalam penerapan homeschooling pada putra-putri mereka.

School at Home

➡️ Ada yang menggunakan metode Sekolah di rumah (School at Home).

Model ini menjadikan kurikulum sekolah sebagai acuannya.
Ciri yang terlihat dari School at Home adalah;
☆ Bersifat terstruktur dan berjenjang
☆ Menggunakan kurikulum nasional ataupun kurikulum internasional
☆ Mata pelajaran kompleks seperti sekolah
☆ Menggunakan buku pelajaran/text boom sebagai sumber materi belajar
☆ Ada ujian atau evaluasi periodik

Para orangtua yang mengambil model school at home sebab sekolah adalah model pendidikan yang paling banyak digunakan di Indonesia.
Juga biasanya berdasarkan pengalaman orangtua pribadi, sistem sekolah yang dianggap lebih familiar.
Sehingga memudahkan orangtua dalam menerapkan model school at home.

Unschooling

➡️ Beberapa praktisi homeschooling malah merasa nyaman menggunakan metode Unschooling.

Model homeschooling ini dipelopori oleh John Holt, pendidik asal Amerika yang mengkritik kegiatan sekolah pada pertengahan 1960 an.
Ia berpendapat bahwa sekolah tak mampu mengeluarkan potensi dan melemahkan antusiasme belajar anak.

Anak-anak menghafal banyak materi bukan karena senang dan butuh dengan ilmunya. Melainkan, takut jika mendapat nilai buruk atau tak lulus.
Inilah yang membuat John Holt mengembangkan model unschooling.
Unschooling memiliki pandangan yang bertolak belakang dengan school at home.

Prinsipnya Unschooling :
☆ Keinginan belajar bersifat alami
☆ Lingkungan atau alam adalah tempat belajar yang terbaik
☆ Keterlibatan orangtua/orang dewasa secara berlebihan bisa mengganggu proses alami anak
☆ Sekalipun masih kecil, anak-anak tetaplah individu yang opini dan perasaannya perlu diperhatikan.

Berdasarkan prinsip model unschooling berjalan lebih alami dan mengikuti kebutuhan anak.
Orangtua hanya bertindak sebagai fasilitator yang menuntut anak menjadi pembelajar aktif nan mandiri.

Montessori

 Banyak juga praktisi homeschooling menggunakan metode Montessori.
Tokoh pendidikan asal Italia, Maria Montessori memiliki gagasan-gagasan unik mengenai pendidikan anak.
Gagasan ini kemudian menjadi inspirasi para orangtua dan sekolah untuk menerapkannya.

Umumnya, tata cara homeschooling dengan gagasan Montessori adalah;
☆ Anak Sebagai Subyek Pendidikan Bukan kurikulum atau guru yang menjadi pusat perhatian. Anaklah yang harus menjadi aktor utama pendidikan. Tidak perlu pengawasan ketat dari orang dewasa. Kita hanya perlu menciptakan lingkungan kondusif dan fleksibel untuk memudahkan anak dalam proses pembelajaran.
☆ Lingkungan Terkontrol Materi dan perangkat belajar yang digunakan disusun teratur serta disesuaikan dengan usia anak.
☆ Materi Nyata dan Imajiner Model Montesori banyak menggunakan alat peraga.
Dengan tujuan anak-anak jadi lebih mudah memahami materi pelajaran. Melalui benda nyata, barulah anak diarahkan ke contoh-contoh imajiner.
☆ Interaksi Lintas Usia Montessori tidak membagi kelas sesuai usia.

Model homeschooling ini membagi anak-anak berdasarkan kurikulum yang telah ditempuh.
Jadi, anak-anak bebas berinteraksi dengan lintas usia.️

Charlotte Mason

➡️ Tidak sedikit praktisi homeschooling lebih nyaman menggunakan metode Charlotte Mason.
Charlotte Mason adalah seorang pendidik yang peduli dengan pendidikan anak.
Ia meyakini bahwa belajar bukanlah mengurung anak dalam lingkungan buatan. •melainkan• memanfaatkan kesempatan-kesempatan dalam lingkungan keseharian anak
Membiarkan anak belajar dari orang-orang dan benda-benda di sekitarnya secara bebas.

3 hal yang mendasari model homeschooling Charlotte Mason :
☆ Kuantitas – Anak membutuhkan banyak pengetahuan
☆ Variasi – Anak membutuhkan pengetahuan yang beragam sebab materi monoton bisa mematikan hasrat belajar anak.
☆ Kualitas – Anak membutuhkan pengetahuan dan gaya belajar yang bermutu. Bukan sekedar buku teks yang penuh teori dan tak bisa diterapkan di dunia nyata.

Classical Homeschooling

➡️ Malah ada praktisi homeschooling nyaman menggunakan metode Classical Homeschooling
Dimana model ini mengacu pada model pendidikan abad pertengahan Yunani.

Classical homeschooling lebih mengedepankan studi literatur, sejarah, aktivitas intelektual yang terstruktur dan disiplin.
Materi yang diajarkan lebih banyak menggunakan karya-karya besar dari tokoh abad pertengahan.
Melakukan riset, menulis, berdiskusi dan berdebat adalah gaya belajar yang sering dipraktikkan.

Umumnya, sistem belajar homeschooling ala classical ini menekankan pada kemampuan berpikir logis dan kritis baru diajarkan pada tingkat sekolah menengah atas.
Dalam Classical Homeschooling, hal ini justru menjadi inti pembelajaran yang dilakukan sepanjang waktu.

Eclectic Homeschooling

➡️ Mayoritas praktisi homeschooling menggunakan metode Eclectic Homeschooling.
Yang mana ini merupakan model yang netral.
Sebab ianya memanfaatkan prinsip “mix and match”.
Seperti namanya, dalam metode ini orangtua cenderung menggunakannya berbagai metode homeschooling yang tergantung pada kebutuhan anak.

Daripada terhambat dengan satu filosofi atau satu metode, lebih baik mengambil sedikit dari berbagai metode.
Metode ini bersifat umum dan baik dilaksanakan jika :
☆ tidak berkeberatan untuk mencari bahan yang sesuai dengan minat anak;
☆ tidak keberatan untuk mengikuti gaya dan urutan serta tidak senang menggabung beberapa kurikulum;
☆ melihat nilai dengan menggunakan berbagai kurikulum dan metode homeschooling yang berbeda.
Karena dengan melihat banyak metode homeschooling membuat kita para orangtua bisa memilih metode terbaik bagi anak kita;
☆ memiliki anak yang fleksibel dalam melakukan pembelajaran.

Eclectic homeschooling mengambil kebaikan dan kemudahan dari tiap model, kemudian mengkombinasikannya sesuai kebutuhan atau kondisi anak dan keluarga.

35396409_207078113441098_2214135819537481728_n

Mampukah Kita Mewujudkan Zero Waste ?

Bebas Sampah (Zero Waste) dalam bahasa Inggris adalah filsafat yang mendorong perancangan ulang daur sumberdaya, dari sistem linier menuju siklus tertutup, sehingga semua produk digunakan kembali

Sampah yang tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan banyak penyakit, di antaranya Demam Berdarah Dangue (DBD)🕷

Pengolahan sampah yang tidak baik juga menyebabkan perubahan iklim sehingga menyebabkan kekeringan sangat parah di banyak negara karena akibat dari sampah yang menumpuk.

Perlu ada upaya lebih banyak untuk menghentikan perubahan iklim dan berbagai dampak buruk dan perilaku membuang sampah sembarang.

Menurut laporan UNEP Green Economy, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Korea dengan berbagai kebijakannya, berhasil menggalakkan program daur ulang di Negeri Ginseng itu sekaligus menciptakan ribuan lapangan kerja baru.

Hal tersebut dilakukan pemerintah Korea demi menciptakan masyarakat yang mampu memanfaatkan kembali sumber daya (Resource Recirculation Society).

Melatih memiliki gaya hidup masa kini yang peduli/ramah lingkungan seperti di luar negeri, yuuuk 😘😘
Festival Sukacita Belajar mengajak para pengunjung untuk bersinergi mewujudkan konsep zero waste selama acara berlangsung.

Acara minim sampah kita :

  • peserta wajib membawa kotak bekal/kotak makan dan tumbler sendiri untuk wadah makanan dan minuman (disarankan untuk tidak memakai wadah sekali pakai)
  • panitia menyediakan galon air pada beberapa lokasi strategis untuk isi ulang bobol/tumbler minum yang dibawa oleh peserta
  • peserta membawa tas belanja sendiri yang bisa dipakai berkali-kali
  • mari kita membuang sampah sesuai dengan karakteristik sampahnya (sampah organik, sampah guna ulang, sampah daur ulang, sampah residu, sampah B3/bahan beracun berbahaya)

It’s gonna be challenging 😘😎

Workshop Dasar-dasar menggambar Arsitektur

Dasar-dasar Menggambar Arsitektur For Kids

Berkenalan dengan Profesi Arsitek yuk !

Kamu tau siapa itu arsitek?
Tau gak kalau mau menjadi seorang arsitek itu jurusan yang harus kamu kenal dan tekuni adalah arsitektur?

Suka takjub dan mengagumi gedung atau bangunan mewah, antik, unik dan berkelas?
Nah seorang arsiteklah yang menggambar dan merancang bangunan-bangunan tersebut loh.

Kita belajar yuk mengenal arsitek dan arsitektur bersama tante Yanna Zulaidha Widiastuti, ST., M.Hum, lulusan arsitektur dari salah satu Universitas ternama di Indonesia.

Disini kamu akan mendapatkan materi sebagai berikut :
1. Pengenalan ttg bidang Arsitektur
2. Fungsi dan jenis gambar dalam arsitektur
3. Jenis-jenis gambar perspektif.
4. Latihan menggambar perspektif.
5. Mengarsir gambar untuk mendapatkan efek 3 dimensi.

 

Sabtu, 7 Juli 2018 pukul 09.00-12.00
@Tutup Panci Bistro,
Jln.Anggrek Loka Blok AL/28 – BSD City
https://goo.gl/maps/pF2Vnwih2A32

Donasi : 125K
(Include Food n Drink)

RSVP : Memoy 08111260062/ Niki 087784455989


Kamu pun bebas bertanya tentang arsitektur ini loh !.

Yuk, isi liburanmu dengan kegiatan bermanfaat ini! Daftar segera ya !